loading...

Setelah Tanya Jawab dengan Zakir Naik, Cyntia di Bimbing Ucapkan Syahadat


Seorang peserta public lecture Zakir Naik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Cyntia mengucapkan dua kalimat syahadat, Senin (3/4/2017). Peserta yang mengaku berasal dari keluarga multiagama tersebut mengucapkannya dengan tuntunan langsung dari Zakir Naik.

Awalnya, terjadi tanya jawab antara Cyntia dengan Zakir Naik. Akhirnya Cyntia muncul keyakinan dari Cyntia untuk menganut agama Islam. Zakir Naik pun lantas mengajak Cyntia untuk yakin mengucapkan kalimat syahadat.

Cyntia sempat ragu karena ia berniat jika mengucapkan kalimat syahadat harus di depan kedua orang tuanya. Namun, sekali lagi Zakir meyakinkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat saat itu juga.

Pada akhirnya, Cyntia mengucapkan syahadat sekaligus artinya dalam bahasa Indonesia dengan bimbingan Zakit Naik. Cyntia tampak berlinang air mata. Dia mengucapkan kalimat syahadat secara terbata-bata.

"Saat Anda setuju menerima Islam menjadi agama Anda, semua kesalahan Anda sudah terhapuskan. Dan, Anda sekarang harus segera mengubah status agama Anda di kartu identitas Anda (KTP)," tutur Zakir Naik menutup tanya jawab dengan Cyntia. (sindo)

Ini Isi Pesan Dakwah Ilmiah Ketika Zakir Naik Berceramah di Bandung


Ulama asal India, Dr Zakir Naik, dijadwalkan akan melakukan dakwah ilmiah di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 2 April mendatang. Kedatangan penceramah internasional itu merupakan rangkaian kegiatan visit to Indonesia.

“Semua tema atas permintaan Zakir Naik dan sudah didiskusikan dengan jajaran panitia tema yang diilhami surat Al-Asr,” ujar Budi Setiawan, Tim Humas Zakir Naik Visit Indonesia kepada wartawan di UPI Bandung, (30/3).

Dalam rangkaian acara nanti, panitia berencana membagi ke dalam dua sesi yaitu sesi pemaparan dan sesi tanya jawab. Tidak hanya kaum muslim yang dapat hadir pada acara tersebut melainkan non muslim pun diperkenankan hadir dalam diskusi tersebut.

“Non muslim dipersilahkan hadir untuk mengetahui dunia keislaman. Zakir Naik ingin non muslim dapat memahami Islam dengan cara yang mudah dengan dan beliau ingin memapaparkan pandangan Islam yang salah itu seperti apa,” ujarnya.

“Salah satu program safari dakwahnya akan dilakukan melalui diskusi pada kuliah umum bertema Dakwah or Destruction,” tambahnya.

Budi pun mengatakan, diskusi nanti bukan sebagai ajang debat permasalahan agama melainkan sebuah dakwah ilmiah seperti dengan kuliah umum.

“Hanya dakwah ilmiah, jangan bayangkan dialog antar agama yang menimbulkan perpecahan. Jika ada yang berdebat dia (Zakir Naik) sudah berpesan tidak akan melayani.” tandasnya.

Ditanya alasan Kota Bandung dipilih sebagai lokasi pertama visit Indonesia, Budi mengatakan, ada beberapa pandangan yang menjadikan Zakir Naik memilih Kota Bandung diantaranya, masyarakat yang religius dan menghargai perbedaan.

“Bahkan tingkat pendidikan masyarakat Kota Bandung cukup baik,” singkatnya.

Seperti diketeahui, Zakir Naik beserta rombongan rencananya bakal tiba di Indonesia pada, Kamis (30/3) dilanjutkan dengan pertemuan bersama Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta pada Jumat (31/3).

Ketua pelaksana panitia, Rizky Diansyah menambahkan, untuk menyiasati jumlah mayarakat yang hadir dalam diskusi kuliah umum Dr Zakir Naik pihak panitia sudah menyaipkan alternatif salah satunya bisa diakes via streaming di beberapa tempat seperti Masjid Al-Furqon UPI, Masjid Daarut Tauhiid dan Masjid Salman ITB.

“Bisa juga mengakses bandung.zakirnaikvisit.id,” jelasnya. Terkait pengamanan, sambung Rizky, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar, Polrestabes Bandung, dan dibantu anggota TNI.

“Soal keamanan kami jamin kondusif. Kami juga meminta kepada masyarakat yang hadir agar senantiasa menjaga kondusifitas selama berlangsungnya acara,” pungkasnya.(JPG)

Ini Rahasia Menakjubkan Zakir Naik Menang Debat Lawan Pendeta


Ulama sekaligus pakar perbandingan agama Dr Zakir Naik membeberkan rahasia selalu menang debat melawan pendeta. Menurut Zakir, kuncinya adalah menguasai kitab suci Injil.

Hal itu dikatakan Dr Zakir Naik saat bersilaturrahmi dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (31/3).

Zakir Naik selalu memenangkan debat melawan tokoh agama lain di beberapa negara, seperti India dan Amerika karena dia tidak hanya menghafal Alquran dan Hadits, tapi juga menguasai kitab suci agama lain.

Menurutnya, di dunia dakwah seorang dai atau penceramah harus berani menyampaikan kebenaran. Bahkan, dia menganjurkan seorang dai harus menguasai 100 ayat dalam injil agar bisa berdebat dengan tokoh sekelas Paulus.

“Kita harus menguasai Injil agar mampu berdebat dengan orang-orang non muslim,” ujar Zakir Naik di Gedung MUI, Jakarta Pusat.

Selain itu, Zakir Naik juga menegaskan bahwa seorang dai harus kebal terhadap ujian dan fitnah. Ia mengaku sudah sering difitnah oleh non muslim bahkan oleh pemerintah tempat ia tinggal, yakni India.

“Di India ada televisi FIF TV terdapat 200 juta penonton. Namun apa yang dilakukan oleh pemerintahnya, mereka itu menuduh saya teroris. Mereka membohongi masyarakat, membohongi publik bahwa apa yang saya lakukan adalah sesuatu teror,” pungkas Zakir Naik.

Seperti diketahui, Zakir Naik akan melakukan safari dakwah di Indonesia bertajuk Zakir Naik Visit Indonesia 2017. Rencananya, dai asal India ini akan menyampaikan kuliah umum di Kampus UPI Bandung, UMY Yogyakarta, Unida Gontor, Stadion Patriot Bekasi, dan Kampus Unhas Makassar.

Zakir Naik beserta rombongan telah tiba di Indonesia pada Kamis (30/3) kemarin. Hari ini agendanya hanya silaturahim dengan pimpinan pusat MUI. Sementara istrinya mengisi ceramah di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur.(JPG)

Soal Polemik Surat Al Maidah Ayat 51, Ini Pandangan Zakir Naik


Ulama kondang asal India, DR Zakir Abdul Karim Naik atau akrab dikenal Zakir Naik, hari ini bersilaturahmi dengan pimpinan MPR dan diterima oleh Zulkifli Hasan di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Da'i, pembicara umum, dan penceramah internasional Muslim tersebut mengaku, terkesan bisa hadir di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Para awak media yang sehari-hari meliput di Kompleks Parlemen pun tak melewatkan kesempatan untuk bertanya tentang pandangan ulama kondang India itu tentang Surat Al Maidah Ayat 51 yang sejak Selasa (27 /9/2016) diperbincangan itu.

Lelaki berjenggot yang berusia 51 tahun itupun menjelaskan tentang pandangannya soal Al Maidah ayat 51 itu.

"Di Alquran, Tuhan mengajarkan untuk berteman dengan sesama manusia apa pun latar belakangnya. Namun untuk meminta segalanya termasuk perlindungan, hanya kepada Tuhan, yakni Allah," tuturnya mengawali penjelasan singkat kepada awak media.

"Tidak berteman dengan Yahudi, mereka hanya bersahabat dengan dirinya sendiri. Itu bukan berarti kita tidak boleh bicara dengan mereka. Artinya apabila kita menjaga persahabatan itu tidak masalah. Sebagai pelindung, Islam mencari perlindungan kepada Allah," papar Zakir Naik, ramah."

Zakir Naik melanjutkan bahwa, sebagai umat Islam, dirinya mengajak muslim agar berbaik sangka kepada sesama manusia. Di Alquran, banyak ayat yang menjelaskan tentang berteman dan memilih teman, bahkan tentang mengatur suatu negara.

"Kita harus berbaik sangka. Untuk pelindung ada banyak ayat lain. Sebagai teman dan pelindung, ada dua opsi. Sebagai pelindung Alquran bilang hanya muslim.

Karena kalau tidak melakukan hal ini kita tidak dapat bantuan pertolongan. Barang siapa percaya sebagai pelindung kita berikan bukti kepada Allah. Banyak sekali ayat," ulas Zakir Naik, menebar senyum khas sang ulama itu.

Zakir kembali menekankan, sebagai teman yang saling membantu, itu tidak masalah, meski dengan yang "nonmuslim". Bahkan, kata dia, Allah di dalam Alquran melarang berbuat tidak adil kepada sesama manusia, muslim, ataupun 'nonmuslim'.

"Sebagai teman membantu tidak masalah. Berbuat baik tidak masalah. Alquran bilang Allah melarang berbuat tidak adil kepada nonmuslim. Tapi untuk pelindung auliya, apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan, muslim jauh lebih baik daripada nonmuslim," ucap Zakir, kembali menegaskan.

Lalu, terkait berpolitik dan tata negara, Zakir menyebutkan Islam lengkap mengajarkan bagaimana cara bernegara dan bermasyarakat.

"Islam adalah panduan hidup. Memberikan segala hal. Tidak hanya salat, puasa, haji, apa yang bisa dimakan, apa yang enggak bisa dimakan. Tapi bagaimana berbisnis, memerintah dan atau manata kota negara," sentuh Zakir Naik, setengah berdakwa.

Ulasan singkat soal Almaidah ayat 51 ini, setidaknya menggaristegaskan, bahwa perintah Allah dalam Surat Al Maidah 51 khususnya dan tentunya Kitab Suci umat beragama pada umumnya semuanya baik adanya. Semuanya itu tinggal bagaimana para pengikutnya memaknai dan menpraktekkan dalam kehidupan, baik bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara.

Selain dikenal sebagai penceramah, Zakir Naik juga merupakan seorang penulis hal-hal tentang Islam dan Ilmu Perbandingan Agama. (.nrl)

Gemparkan Penduduk Mesir, Orang Ini Mengaku Nabi dan Selalu Berbincang Dengan Allah


Moanes Younes
Seorang warga Mesir, Moanes Younes, baru-baru ini membuat masyarakat Mesir gempar. Hal itu lantaran dirinya mengaku mendapatkan wahyu, dan menjadi Al-Mahdi Al-Muntazhar.

Di antara pengakuannya, seperti dilansir Al-Quds, Rabu (6/1/2016) kemarin, bertemu dan berbincang dengan Allah di waktu antara waktu terbitnya fajar dan terbitnya matahari, di taman sekitar lokasi piramida.

Ada pengakuan lainnya yang menunjukkan dirinya seorang nasionalis Mesir.

Katanya, “Piramida-piramida di Mesir adalah tempat turunnya agama-agama langit. Di lembah piramida itulah letak sesungguhnya Haikal Sulaiman yang dicari-cari orang-orang Yahudi.”

Tak tanggung-tanggung, Younes mengatakan bahwa lokasi piramida itulah sebenarnya tempat As-Sidratul Muntaha tempat bertemunya Allah dan Rasulullah saat peristiwa Isra’ dan Mikraj.

Rupanya Younes juga mengikuti perkembangan politik saat ini. Masih dalam pengakuan kenabiannya, Younes mengatakan, “Aku adalah nabi utusan Allah. Aku sudah mendapatkan wahyu apa yang akan terjadi kepada Vladimir Putin dan Ahmadi Nejad. Aku juga melakukan hubungan batin dengan Putin.”

Menanggapi keberanian Younes mengaku sebagai seorang nabi, Omar Hashim, mantan rektor Universitas Al-Azhar, mengatakan, “Ini adalah seorang pembohong besar. Bagaimana mungkin seseorang dengan beraninya mengaku sebagai seorang nabi setelah Rasulullah saw.”

Di bawah pemerintah kudeta militer As-Sisi, banyak penyimpangan yang dengan berani menampakkan aktivitasnya.

Oleh karena itu, menurut Hashim, hal seperti ini sudah dikabarkan Rasulullah saw, orang yang menjual agamanya untuk kepentingan dunianya. Orang seperti ini tidak boleh dibiarkan tampil di media.{dakwatuna.com}

Repost: palembang.tribunnews.com/Sabtu, 9 Januari 2016 17:50

Adventizer

loading...