Kisah Mengharukan Pak Miftah, seorang Pemakmur Masjid yang Meninggal dalam Keadaan Sujud


Kebiasaan kita semasa hidup ternyata sangat mempengaruhi akhir hayat kita. Kisah akhir hayat Miftah Arifin ini misalnya yang dapat dijadikan pelajaran untuk kita.

Pak Miftah, demikian disapa, usinya 63 tahun. Warga Jalan Kauman Nomor 72 Kampung Kauman, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu meninggal dunia dalam keadaan bersujud saat menjalankan sholat isya di Masjid Babus Salam, Lawang, pada Selasa (3/1/2017) seperti dikutip bersamadakwah.

Petugas masjid, Muhammad Sueb bersiap mematikan lampu dan mengunci pintu masjid seusai sholat Isya berjamaah. Sekitar pukul setengah delapan malam, ia masih melihat ada beberapa jamaah yang masih menjalankan shalat sunnah ba'da Isya, termasuk Pak Miftah. Sueb pun menunggu hingga seluruh jamaah sudah mengosongkan masjid.

Sekitar jam delapan kurang 10 menit, Sueb masih melihat Pak Miftah tak kunjung selesai sholatnya. Sueb mengaku begitu kenal dengan Pak Miftah. Nama sosok itu dikenal itu memang rajin ke masjid. "Malam itu ia sujud lama sekali. Saya menunggu hampir setengah jam ia terus bersujud," tutur Sueb seperti dikutip harian Republika, Jumat (6/1/2017)

Sueb masih melihat Pak Miftah sujud, ketika yang jamaah lain sudah beranjak pulang. Sueb pun mendekat dan memegang pundak Pak Miftah. Tak ada reaksi. Sunyi. Sueb hanya mendengar nafas dua kali, lalu setelah itu tak dengar lagi.

Sueb pun kemudian memanggil beberapa jamaah yang akan pulang yang masih berada di serambi masjid. Mereka melihat Pak Miftah masih dalam keadaan sujud dan tak ada satu pun yang berani mengambil tindakan.

Istri Pak Miftah dan Ketua RW pun datang ke masjid. Setelah itu, jamaah baru berani mengambil keputusan. Pak Miftah, ayah lima anak itu ternyata sudah meninggal dunia. Rohnya lepas dari jasadnya. Jasadnya pun dibopong oleh takmir. Orang-orang yang menyaksikan itu diliputi keharuan.

Pak Miftah adalah sosok yang ringan tangan. Ia kerap membantu perawatan jenazah, termasuk memandikan. Meski fisiknya telah menua dan kakinya terserang penyakit kencing manis (diabetes). Menurut anaknya, Imam Affandi, ayahnya adalah orang yang konsisten berjamah di masjid. Tak pernah putus.
loading...
loading...

Baca Juga:

loading...